Kamis, 13 Oktober 2011

Pengakuan

setiap manusia butuh di akui.
entah itu keberadaan nya sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok.
ada tipe orang yang merasa cukup banyak memberikan kontribusi untuk kehidupan orang sekitarnya, namun tidak ada yng memperhatikan diri nya,

mungkin ada orang yg nyeletuk, "klo lu aja kurang memperhatikan orang lain - gimana orang lain bisa memperhatikan lu?!" apa lage ada yg mengakui eksistensi diri lu..
tapi, klo kyk gitu rasa ny pengen bangen bales nyeletuk, "gimana gw bisa belajar untuk memperhatikan orang lain kalo orang lain aja gak ada yg memperhatikan gw?!"
ah, gak akan ada habis ny kalo ngomong ama orang kayak gini.
tp percaya lah, ada kala ny kita semua memiliki sisi itu.
dimana ingin sekali memberontak tapi ada bagian di dalam diri yang masih menahan untuk kita tidak melakukan nya.

sebenernya ga perlu c orang2 itu sampe dapet penghargaan ato piagam pengakuan..
tp cukup lah di hargai aja aktivitas nya.
yang paling parah adalah, kalo kita uda merasa cukup baik ato sama baiknya dengan orang lain tp kenapa orang lain mendapatkan perhatian sedangkan kita tidak?!
contoh paling gampang adalah saat orang2 punya pacar (ah, maap ya lage ga bagus emank mood gw untuk membicarakan hal yg satu ini, bawaan ny sinis mulu) dan kita melihat kita cuman berjalan sendirian.
emank c menghibur diri nya, dengan mengakui kita ini sebagai seseorang yang single and happy, but be honest - deep inside your soul , your heart is crying and hurt so bad.

it was like you want to scream, "God you still remember to put my name on your human couple list wannabe , right?!"

what we need is someone that come to us,
understand our feeling,
say everything will be OK,
comfort us,
make us valuable and exist
then you feel like you could have normal life.

well, let me share some good text from my friend,

I've realised..
girls tears only seem to fall when they don't know what they're gonna do anymore to try to be happy.

they cry cause they're fighting against those feelings that are telling them to let go,
but they knowing that if they let go,
they might regret i t.
And they're just trying to figure out what's going to happen.
if they keep holding on,
and if they're willing to go through with all the pain that's needed  just to keep fighting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar